Profil Mari Elka Pangestu
Mari Elka Pangestu lahir di Jakarta pada 23 Oktober 1956. Ia merupakan putri dari J.J. Panglaykim, seorang ekonom ternama di Indonesia. Ia memperoleh gelar Sarjana dan Master of Economics dari Australian National University, Australia. Pada tahun 1986, ia meraih gelar PhD dalam bidang Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi Moneter dari Universitas California, Davis, Amerika Serikat.
Sebelum meraih gelar doktor, Mari pernah mengalami penolakan dari ibunya untuk melanjutkan pendidikan S3. Namun, keinginannya untuk mengejar ilmu ekonomi sangat kuat. Ayahnya, yang juga seorang ekonom, memberikan dukungan penuh. Akhirnya, ia menjadi perempuan pertama di Indonesia yang menyelesaikan pendidikan S3 dan meraih gelar doktor dalam bidang ekonomi.
Peran Mari Elka Pangesti di Dewan Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo Subianto melantik tujuh anggota Dewan Ekonomi Nasional pada Selasa (5/11/2024). Dewan ini dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan, sementara Mari Elka Pangestu menjabat sebagai wakil ketua. Anggota yang dilantik antara lain Muhammad Chatib Basri, Arief Anshory Yusuf, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Septian Hario Seto, dan Muhammad Firman Hidayat.
Selain itu, Mari Elka juga diangkat menjadi Utusan Khusus Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral. Dia adalah salah satu dari empat mantan menteri ekonomi yang ditunjuk oleh Prabowo sebagai utusan khusus. Pada acara Indonesia Summit yang akan digelar pada 27-28 Agustus 2025, Mari akan menjadi pembicara dalam sesi berjudul Global Trade and Investment: Positioning Indonesia as a Key Player.
Karier di Era SBY
Kariernya berkembang pesat setelah menjadi peneliti ekonomi. Pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mari pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan (2004-2011) dan kemudian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014). Sebelum menjabat sebagai menteri, ia aktif dalam berbagai forum perdagangan internasional seperti Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (PECC), Forum Ekonomi Dunia Davos, dan Forum Boao China untuk Asia.
Ia juga pernah bekerja di berbagai dewan perusahaan seperti Astra International. Pengalamannya ini membantu memperkuat posisinya sebagai tokoh ekonomi yang berpengaruh.
Peran di Bank Dunia
Pada 9 Januari 2020, Bank Dunia mengumumkan bahwa Mari Elka Pangestu ditunjuk sebagai Pelaksana, Kebijakan dan Kemitraan Pembangunan. Bank Dunia menganggapnya sebagai pakar internasional yang dihormati dalam berbagai isu global. Saat itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas International Food Policy Research Institute (IFPRI) di Washington D.C, serta aktif sebagai Penasihat Komisi Global untuk Geopolitik Transformasi Energi International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi.
Program Semangat Awal Tahun 2025
IDN Times menyelenggarakan program “Semangat Awal Tahun 2025” sebagai forum untuk menjembatani pemahaman tentang program unggulan pemerintah yang perlu diketahui oleh masyarakat, terutama kalangan millennial dan GenZ.
Program ini berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis (15-16 Januari 2025), di The Plaza, Amphitheatre di Lantai 3 Kantor Pusat IDN Times dan Menara Global, Jalan Jendral Gatot Subroto Kav 27, Jakarta 12950.
Program ini terdiri dari delapan sesi talkshow yang menghadirkan pembicara dari sektor pemerintah, swasta, dan akademisi. Sesi-sesi tersebut mencakup topik seperti Navigasi Ekonomi Global 2025, Kemandirian Pangan, Investasi Berkelanjutan, Masa Depan Industri Digital, Energi Berkelanjutan, Transformasi Kesehatan, Arah Baru Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Kepemimpinan Muda dan Inovasi.
Di akhir acara, akan disampaikan penghargaan “Inspiring News Maker of The Year 2024” di berbagai bidang, serta “Climate Warrior Award” untuk 10 anak muda.

