Potensi Perikanan yang Masih Tertunda
Kabupaten Cirebon memiliki garis pantai yang cukup panjang, yaitu lebih dari 50 kilometer. Namun, meskipun potensi besar ini tersedia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor perikanan tangkap masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi keberlangsungan aktivitas pelelangan ikan di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan, dan Pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Baihaqi, saat ini hanya ada dua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang aktif beroperasi, yaitu TPI Karangreja dan TPI Bondet. Padahal, menurut data yang dimiliki, Kabupaten Cirebon sebenarnya memiliki hingga tujuh TPI. Namun, hanya dua yang berjalan secara optimal.
Baihaqi menjelaskan bahwa tidak semua TPI beroperasi karena berbagai kendala. Akibatnya, target PAD sebesar Rp 100 juta per tahun sulit tercapai. Selain itu, transaksi ikan sering kali dilakukan di luar mekanisme lelang resmi, sehingga mengurangi pengawasan dan pengelolaan yang lebih baik.
Dampak pada Nelayan dan Pendapatan Daerah
Minimnya aktivitas pelelangan ikan tidak hanya berdampak pada perekonomian nelayan, tetapi juga menghambat pendapatan daerah. Baihaqi menyampaikan bahwa banyak nelayan lebih memilih menjual hasil tangkapan langsung kepada pengepul atau bakul, tanpa melalui TPI. Hal ini membuat harga ikan ditentukan oleh pembeli, bukan oleh pasar terbuka, yang akhirnya merugikan nelayan dan mengurangi pendapatan daerah.
Selain itu, capaian PAD dari sektor perikanan di Cirebon masih jauh tertinggal dibandingkan kabupaten tetangga seperti Indramayu, yang telah mampu menghasilkan miliaran rupiah per tahun dari aktivitas pelelangan ikan. Meskipun demikian, Kabupaten Cirebon memiliki potensi produksi perikanan tangkap hingga 37.660 ton per tahun dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun.
Komoditas unggulan di pesisir Cirebon antara lain rajungan, udang, ikan kembung, dan teri. Di antara komoditas tersebut, rajungan menjadi dominan yang menopang ekonomi nelayan di wilayah pesisir.
Upaya untuk Meningkatkan PAD
Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan meningkatkan PAD dari sektor perikanan tangkap, DKPP Kabupaten Cirebon akan menghidupkan kembali TPI yang sudah tidak aktif. Baihaqi menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan TPI diambil alih oleh dinas. Selain itu, pihaknya juga membentuk pendamping TPI yang tugasnya mendampingi proses lelang di lapangan dan memastikan aktivitasnya berjalan setiap hari.
Namun, Baihaqi mengakui bahwa pengaktifan kembali TPI yang tidak beroperasi tidaklah mudah. Banyak nelayan yang memiliki ketergantungan finansial terhadap pengepul akibat modal mereka untuk melaut berasal dari pengepul. Hal ini membuat hasil tangkapan sering kali langsung diserahkan kepada pengepul sebagai bentuk pembayaran hutang.
Tantangan Geografis
Selain kondisi TPI, persoalan geografis juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan pendapatan nelayan. Pelabuhan di Kabupaten Cirebon bukan merupakan pelabuhan laut terbuka dengan satu jalur pendaratan, melainkan tersebar di beberapa muara sungai. Hal ini membuat hasil tangkapan nelayan tidak terpusat di satu lokasi, sehingga aktivitas lelang sulit dipantau secara menyeluruh.
Dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan kinerja sektor perikanan tangkap di Kabupaten Cirebon, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi nelayan dan pendapatan daerah.
