Terkait dengan provinsi termiskin di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada periode Maret 2024 mencapai 9,03 persen atau sekitar 25,22 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya, yaitu turun sebanyak 0,68 juta orang dari Maret 2023 dan 1,14 juta orang dari September 2022.
Meskipun angka kemiskinan nasional terus menurun, masih ada beberapa provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan yang jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Berikut adalah daftar 10 provinsi paling miskin di Indonesia berdasarkan data terbaru dari BPS.
Definisi Penduduk Miskin

Penduduk miskin didefinisikan sebagai individu yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti makanan dan non-makanan. Pada Maret 2024, garis kemiskinan nasional sebesar Rp 582.932 per kapita per bulan.
Sebagian besar dari angka ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan (74,44 persen), sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan non-makanan (25,56 persen). Dengan demikian, penduduk yang tidak mampu memenuhi pengeluaran minimum ini dikategorikan sebagai miskin.
10 Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi

Berdasarkan data terbaru dari BPS, berikut adalah 10 provinsi dengan persentase penduduk miskin terbesar di Indonesia:
- Papua Pegunungan: 32,97% atau 365.430 orang
- Papua Tengah: 29,76% atau 308.480 orang
- Papua Barat: 21,66% atau 110.160 orang
- Nusa Tenggara Timur: 19,48% atau 1.127.570 orang
- Papua Barat Daya: 18,13% atau 102.270 orang
- Papua Selatan: 17,44% atau 92.200 orang
- Papua: 17,26% atau 152.910 orang
- Maluku: 16,05% atau 297.680 orang
- Gorontalo: 14,57% atau 177.990 orang
- Aceh: 14,23% atau 804.530 orang
Perbandingan Berdasarkan Pulau
Jika dilihat dari segi wilayah geografis, pulau-pulau di bagian timur Indonesia seperti Maluku dan Papua masih menjadi daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi. Persentase penduduk miskin di wilayah ini mencapai 19,39% atau sekitar 1,51 juta orang. Sementara itu, Pulau Kalimantan memiliki persentase kemiskinan terendah, yaitu 5,44% atau 0,94 juta orang.
Di sisi lain, meskipun jumlah penduduk miskin terbesar berada di Pulau Jawa (13,24 juta orang), persentase kemiskinan di wilayah ini relatif rendah, yaitu 8,48%. Hal ini menunjukkan bahwa meski pulau Jawa memiliki jumlah penduduk miskin yang tinggi, tingkat kemiskinan relatif lebih baik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia.
Perkembangan Kemiskinan di Indonesia
Secara keseluruhan, angka kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren penurunan. Pada Maret 2024, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 0,68 juta orang dibandingkan Maret 2023, serta 1,14 juta orang dibandingkan September 2022. Penurunan ini terjadi di sebagian besar provinsi, meskipun beberapa daerah seperti Papua dan Sumatra Utara mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin.
Di sisi lain, penurunan terbesar tercatat di Kepulauan Riau, dengan penurunan sebesar 6,15%. Namun, di beberapa provinsi lain, seperti Papua, jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 6,40%, yang menunjukkan tantangan serius dalam upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan
Beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya tingkat kemiskinan di wilayah tertentu antara lain:
- Kualitas SDM yang rendah: Kurangnya akses pendidikan dan pelatihan menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.
- Biaya hidup yang tinggi: Terutama di daerah terpencil, biaya kebutuhan pokok sering kali melebihi kemampuan penduduk.
- Akses keuangan dan lapangan kerja yang terbatas: Minimnya investasi dan infrastruktur menyulitkan pertumbuhan ekonomi lokal.
Faktor Penyebab Kemiskinan di Wilayah Timur
Kemiskinan di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, masih menjadi tantangan besar. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain terbatasnya lapangan kerja, akses layanan kesehatan dan pendidikan yang kurang merata, serta harga barang yang lebih mahal dibanding wilayah barat.
Selain itu, kondisi geografis yang sulit dan infrastruktur yang belum memadai juga turut memperparah kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Kemiskinan
Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Program-program seperti Kartu Perlindungan Sosial (KPS), bantuan sosial, dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil menjadi fokus utama. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif kepada daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun, meski ada penurunan secara nasional, masih banyak provinsi yang memerlukan perhatian khusus. Dengan data yang terus diperbarui oleh BPS, pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.
Kesimpulan
Angka kemiskinan di Indonesia terus menurun, tetapi masih ada beberapa provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan yang sangat tinggi. Daftar 10 provinsi termiskin di Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa wilayah timur, khususnya Papua, masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kemiskinan. Dengan data yang akurat dan terkini, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan sejahtera bagi seluruh warga Indonesia.